KONSEP PENDIDIKAN TAZKIYATUN NAFSI DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN SYEKH MUHAMMAD WALI AL-KHALIDI
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral yang sudah merajalela di kalangan manusia saat ini, di antara penyebabnya adalah dimensi kejiwaan yang rapuh, karena problem kehidupan yang dialaminya yang terkadang berbuat hal yang di luar kendali rasionalnya, karena lebih mementingkan hawa nafsunya. Karena itu, jiwa yang buruk tersebut perlu adanya penyucian jiwa (tazkiyatun nafsi), agar jiwa kita bisa tenang dan selalu menjalankan perbuatan terpuji. Karena itu, Syekh Muḥammad Walī, menawarkan konsep suluk atau khalwah yang merupakan salah satu cara untuk menyucikan jiwa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian content analisis (kajian tokoh) dengan sumber data primer dan sekunder. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah histories-filosofis guna merumuskan secara jelas hakikat konsep-konsep pemikirannya. Syekh Muḥammad Walī menawarkan konsep menyucikan jiwa (tazkiyatun nafsi), yaitu dengan melaksanakan suluk atau tawajuh. Suluk yang dimaksud adalah mengasingkan diri di bawah bimbingan mursyid untuk mendekatkan diri pada Allah, untuk dapat mengenal diri, memahami esensi kehidupan, pencarian Tuhan dan pencarian kebenaran sejati, sedangkan tawajuh adalah menghadap Tuhan, di mana tawajuh dan suluk adalah sama-sama ikhtiar dalam menempuh jalan untuk mencapai tujuan ṭarīqah, sedangkan yang membedakan waktu pelaksanaannya, di mana suluk dikerjakan dalam keadaan berpuasa dengan waktu yang lama, sedangkan tawajuh boleh dilaksanakan dalam keadaan tidak berpuasa dan biasanya dilaksanakan seminggu sekali.
Kata Kunci : Konsep dan Tazkiyatun Nafsi
Full Text:
PDFReferences
Amran Walī al-Khalidī. (tt). Pelajaran Suluk: dalam Pengamalan Thariqat Naqsyabandiyah Khalidiyah, Labuhan Haji: MPTT.
Anthon, Elias dan Edward Elias. (1954). Kamus Modern Dictionary Arabic-English oleh edisi IX, Khairotahun.
Bruinessen, Van Marti. (1992). Tarekat Naqsyabandiyah di Indonesia, Bandung: Mizan.
Maklūf, Luis. (1986). Al-Munjīd fī al-Lughat wa al-‘Alām, Bairūt: Dār al-Masyrīq
Musliadi. (2013). Abuya Syeikh Walī al-Khalidī (1917-1961 M), Darussalam.
Mustofa. (2010). Akhlak Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia.
Rice, Cyprian. (2002). Berdialog dengan Sufi-sufi Persia, Bandung: Pustaka Setia.
Sabri A, dkk. (2003). Biografi Ulama-Ulama Aceh Abad XX Jilid I, Cet Pertama, Dinas Pendidikan Provinsi NAD.
Said, Fuad. (2001). Hakikat Tarikat Naqsyabandiah, Cet 4, Jakarta: al-Husna Zikra.
Shadiqin, Ihsan Sehat. (2009). Tasawuf Aceh, Banda Aceh: Bandar Publishing.
Solihin M. (2008). Ilmu Tasawuf, Bandung: Pustaka Setia.
Hasil Wawancara
Hasil Wawancara dengan Tgk. Musliadi,S.PdI, seorang Pengajar Sekaligus Khalifah Mursyid Suluk di Dayah Darussalam, pada tanggal 18 November 2016.
Hasil Wawancara dengan Ibu Fatimah pengikut Tarekat Nagsyabandiyah di Sawang, pada tanggal 27 Januari 2017.
Hasil Wawancara dengan Tgk. Ahmad Dhaifi Waly (Cucu Syekh Muhammad Walī anak dari Syekh H. Amran Waly) di Pesantren Darul Ihsan Labuhan Haji, pada tanggal 05 April 2017.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Dikelola oleh STAI TAPAKTUAN @2019